ALMASIMA- Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 menjadi momen penting bagi segenap warga MTs Almaarif 01 Singosari, untuk terus mengedukasi siswa guna merawat dan melestarikan amaliyah NU. Kini MTs Almaarif 01 Singosari menggelar kegiatan edukatif berupa tahlil bersama, ranking 1 ASWAJA, dan simulasi perawatan jenazah ramah lingkungan yang dikemas dalam bentuk lomba antarkelas. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan karakter religius sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata dalam mengampanyekan penghematan air dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai praktik fiqih, khususnya tata cara perawatan jenazah yang meliputi memandikan, mengkafani, dan menshalati jenazah. Pada simulasi memandikan jenazah, siswa tidak melakukan pengguyuran air secara langsung, melainkan memperagakan proses memandikan seolah-olah menggunakan air. Metode ini diterapkan sebagai bentuk pembelajaran yang menekankan prinsip efisiensi penggunaan air agar tidak terbuang secara berlebihan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa ajaran agama tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kearifan dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Koordinator kegiatan, Bapak Abdul Rohim, S.S. menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi kontekstual agar siswa mampu mengaitkan pembelajaran agama dengan isu nyata di lingkungan sekitar. “Melalui simulasi ini, siswa belajar bahwa dalam kondisi tertentu, Islam memberikan kemudahan, sekaligus mengajarkan pentingnya tidak berlebihan dalam menggunakan air,” ujarnya.

Siswa laki-laki mempraktikkan memandikan jenazah dengan jumlah air yang efisien

Siswa perempuan memosisikan jenazah setelah dimandikan

Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Setiap kelompok menampilkan simulasi perawatan jenazah sesuai tuntunan, disertai penjelasan makna dan hikmah di balik praktik tersebut. Selain melatih pemahaman materi fiqih, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, kerja sama, dan kemampuan komunikasi siswa.

Melalui kegiatan ini, madrasah berharap dapat menanamkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditumbuhkan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan, sehingga siswa tumbuh menjadi generasi yang religius, peduli, dan bertanggung jawab terhadap alam.

Fadhilla kelas 9E menyampaikan kesannya setelah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, “Hal ini menjadi pengalaman baru bagi saya dan teman-teman karena baru pertama kali melakukan ini, dan meski simulasi tanpa air rasanya cukup menantang, sehingga diperlukan fokus seolah-olah kita memandikan jenazah dengan air sungguhan.” Ujarnya.

Ananda dari kelas IX F juga menyampaikan pesan kepada teman-teman lainnya bahwa “Peduli lingkungan adalah kewajiban kita semua dengan tertib menggunakannya, seperti menggunakan air secukupnya dan mematikan keran saat air selesai digunakan. Dari sekolah kita mendapatkan Pelajaran itu dan dimanapun kita berada kita harus menerapkannya.” Ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, madrasah tidak hanya menghadirkan peringatan Harlah NU yang bermakna secara seremonial, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan kesadaran religius dan ekologis siswa. Diharapkan, nilai-nilai kepedulian lingkungan yang ditanamkan melalui pendekatan keagamaan ini dapat terus tumbuh dan tercermin dalam sikap serta perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Baca artikel lainnya