Singosari, 9 Februari 2026 — Pembelajaran kokurikuler berbasis kearifan lokal kembali menghadirkan pengalaman bermakna bagi siswa kelas VII MTs Almaarif 01 Singosari. Dalam rangka produksi film dokumenter tentang Candi Singosari, para siswa tidak hanya belajar sejarah dan budaya lokal, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Adiwiyata melalui aksi nyata peduli lingkungan.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 79 siswa kelas dari VII A hingga VII I, mereka melakukan observasi langsung di kawasan Candi Singosari. Selama kegiatan berlangsung, siswa dibekali tugas khusus untuk memungut dan memilah sampah plastik sesuai jenisnya, baik di area candi maupun sepanjang perjalanan berangkat dan pulang.
Insersi unsur Adiwiyata dalam kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memberikan wawasan praktis mengenai jenis-jenis sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan pendekatan kontekstual, siswa diajak memahami bahwa pelestarian situs sejarah tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan kesan positifnya.
“Biasanya kalau ke tempat bersejarah cuma lihat-lihat, tapi hari ini kami jadi lebih sadar kalau sampah plastik itu banyak jenisnya dan harus dipilah. Jadi lebih peduli sama lingkungan,” ungkap salah satu peserta dari kelas VII E dengan antusias.
Peserta lain juga mengaku senang karena pembelajaran dilakukan di luar kelas dan terasa lebih nyata.
“Belajar sambil praktik langsung itu seru. Kami jadi tahu sejarah Candi Singosari sekaligus belajar menjaga kebersihan,” ujarnya.
Ketua panitia sekaligus fasilitator kokurikuler, Irawan Zamhari, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang utuh.
“Melalui film dokumenter, siswa belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan mengenal kearifan lokal. Sementara insersi Adiwiyata kami hadirkan agar mereka memiliki kesadaran lingkungan sejak dini, khususnya terkait sampah plastik yang menjadi persoalan bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Anak-anak tidak hanya belajar untuk hari ini, tetapi membangun kebiasaan baik yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh guru IPS tersebut.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter, dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan kepedulian lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.